Rabu, 01 April 2015

Melihat Perspektif Optimis dan Pesimis dari “Form Expresion of New Media and Internet”


Seperti yang kita ketahui, bahwa internet adalah suatu media baru, yang diciptakan manusia untuk membantu dalam menjalankan segala sesuatunya dengan lebih peraktis dan mudah, dibantu dengan satelit dan alat media teknologi komunikasi yang mendukung ketersediaannya Internet tersebut. Dalam pembahasan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai dampak penggunaan internet bagi masyarakat modern yang sudah sangat membutuhkan adanya new media dalam menjalankan segala aktivitasnya.  Bagi masyarakat modern seperti sekarang ini khususnya, dampak pengguaan internet dibagi menjadi dua perspektif, yaitu perspektif optimis dan perspektif Pesimis. Perspektif Optimis adalah suatu perspektif yang dimana penggunaan Internet berpengaruh baik bagi masyarakat modern ini. sedangkan Perspektif Pesimis adalah suatu perspektif yang dimana penggunaan internet berpengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat.
Disini saya akan membahas mengenai internet yang membawa suatu dampak yang cukup membingungkan menurut saya. Menurut Stoll (1995) Perspektif ini menyatakan bahwa teknologi CMC atau Computer Mediated Communication bertentangan dengan hakikat kehidupan manusia, dan terlalu terbatas teknologi untuk hubungan yang bermakna untuk membentuk. Dengan demikian, dunia maya tidak bisa menjadi sumber persahabatan bermakna (Beniger, 1988). Komunikasi melalui komputer dapat mendorong 'eksperimen' (seperti berbohong kepada orang lain yang tidak bisa langsung tahu apa sebenarnya) tentang identitas seseorang dan kualitas seseorang tersebut. Karena kita tidak bisa mengetahui siapa dan latar belakang apa yang dimiliki orang tersebut sebenarnya. Kebanyakan seseorang dalam menggunakan internet, lebih tepatnya menggunakan media sosial pada umumnya lebih sering berekspresi mengungkapkan segala sesuatunya daripada memanfaatkan informasi yang dicari. Terkadang seseorang mencari informasi hanya sekedar tugas dan keperluan kelompok kelas yang diberikan oleh guru maupun pengajar di suatu lembaga pendidikan.
menurut Schroeder dan Ledger (1998).  Kebebasan seseorang berekspresi di Internet adalah predator lain dan keji, terutama ketika pengguna adalah anak-anak. Maksud dari teori ini adalah anak anak sekarang menjadi sasaran utama pengguna new media satu ini, banyak anak anak sekarang yang menggunakan media elektonik sebagai pegangan utama keseharian dalam kehidupan mereka. Karena penggunaan new media bagi anak memiliki dampak yang beragam, ada dampak positif ada juga negatif, sama seperti perspektif optimis dan pesimis. Dampak dari new media bagi anak ini cukup beragam apabila menjadi tak terkendali. Seperti yang sering diketahui, anak anak sangat tidak bisa lepas dari yang namanya “Games” atau permainan. Permainan pada perangkat media komunikasi mereka sebenarnya bisa berdampak baik dan bermanfaat bagi kecerdasan otak anak, namun apabila sering dilakukan maka akan berdampak kecanduan, dari kecanduan inilah yang berbahaya bagi anak. Berbahaya dikarenakan anak menjadi malas dan tidak mau belajar. Jadi sebagai orang tua harus dapat mengontrol dan mengawasi anak dalam menggunakan new media satu ini. dan juga membawa ke hal yang berbau pornografi. Internet telah memberikan fitur yang mudah dalam mengakses situs porno di Internet, tanpa pengawasan orang dewasa, anak anak mampu membuka situs Pornografi dengan mudahnya. Kembali lagi ke awal pembahasan  Schroeder dan Ledger, tergantung orang dewasa yang memberikan kemudahan bagi anak anak.

Namun bagi orang dewasa pun demikian tidak terkecuali anak anak yang tadi sudah dibahas, orang dewasa cenderung lebih menitikberatkan pada media sosial yang berlebihan. Menurut Techinasia.com,22 januari 2015. indonesia adalah 10 besar negara pengguna atau user terbanyak pada Facebook phone. Facebook adalah media sosial pertama yang cukup menggemparkan dan eksis pada zamannya, pada terbentuknya hingga sekarang masih banyak digunakan oleh orang orang Indonesia.  Perusahaan riset pasar eMarketer menampilkan sebuah laporan mengenai pengguna user facebook di seluruh Dunia. eMarketer juga memprediksi pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018 akan mencapai 96,2 juta jiwa, apabila setengah penduduk Indonesia memakai Internet. Bisa dibayangkan betapa banyaknya para user facebook di Indonesia pada zaman sekarang ini, media sosial digunakan sebagai suatu “ajang pamer” menurut pendapat saya, mengapa ajang pamer. Sudah cukup banyak sekali para user facebook menggunakan media sosial ini untuk mengekspresikan kesenangan dan kekesalan mereka. Dan terkadang pengguna facebook itu sendiri tidak mengetahui kekesalan mereka dibeberkan di media sosial membuat orang lain menajdi lebih mudah untuk membaca dan membeberkannya, bila perlu dapat dilihat orang banyak apabila merugikan orang banyak dan beberapa pihak pihak tertentu. Berikut adalah contoh nyata yang sudah terjadi baru baru ini.

 Seperti diberitakan Merdeka.com, Nando adalah seorang pemuda asal Lombok, NTB, yang indekos di Denpasar, Bali. Dia menulis kata-kata yang menghujat perayaan Nyepi dan orang-orang Hindu Bali, pada pukul 23.59 Wita, Sabtu (21/3). Adapun isi tulisan pada statusnya yaitu ‘bener2 fuck nyepi sialan se goblok ne, q jadi gak bisa nonton ARSENAL maen,, q sumpahin acara gila nyepi semoga tahun depan pasa ogoh2 terbakar semua yang merayakan,, fuckkkk you hindu’. Dari akun FB-nya, terlihat dia merupakan seorang fans fanatik dari Arsenal, klub Liga Premier Inggris. Setelah mendapat tanggapan dan hujatan sejumlah rekan-rekannya baik orang Bali maupun non Bali, Nando langsung menghapus akun hujatan yang dibuatnya. Itu dilakukan setelah dirinya menjawab dengan kata ‘Asyek bentar lagi Q jadi artis’.Hujatan pedas salah satunya dari Sumerta dengan mengkritik komentar, ‘jangan dikasik hidup hewan ginian bro', yang disusul Budiawan yang berisi kata ‘ini dia (diposting foto nando) bro jangan ngina agama lain, kita sebagai umat hindu jangan terpancing’. Hal inilah yang menyebabkan kemarahan pihak pihak tertentu dan membuat emosi. Yang sebelumnya, ada hujatan untuk orang Jogja oleh seorang mahasiswi UGM ber inisial Florence yang harus berurusan dengan seluruh warga asli Jogjakarta yang kesal terhadapnya. Kemudian terulang lagi oleh seorang mahasiswa asal NTB Lombok ini yang sedang kuliah di Bali. 



Kita akan melanjutkan kepembahasan yang menitik beratkan pada “form of expression”  dari adanya new media pada isu isu di Internet, dari perspektif Optimis. kita akan menjabarkann bahwa suatu pengekspresian seseorang dapat memberikan dampak positif yang membangun dan mengajak orang lain untuk bersama bersama melawan kasus penipuan di dunia maya dan iming iming yang merugikan kepentingan banyak. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali modus kejahatan yang terjadi di Dunia ini yang mengatasnamakan suatu perusahaan besar bahkan orang terkenal untuk membuat orang lain percaya. Dengan adanya orang yang merasa dirugikan,  melaporkan dan mencurhatkannya lewat media sosial akan berdampak baik, orang banyak akan mengetahui hal tersebut, kemudian orang akan menjauhi pihak yang dirugikan tersebut. Contoh nyata seperti kasus kasus penipuan yang terjadi di Internet dan lain sebagainya.



Daftar Pustaka.

Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consquences of ITC. Sage Publication Ltd : London.

0 komentar:

Posting Komentar