Seperti
yang kita ketahui, bahwa internet adalah suatu media baru, yang diciptakan
manusia untuk membantu dalam menjalankan segala sesuatunya dengan lebih
peraktis dan mudah, dibantu dengan satelit dan alat media teknologi komunikasi
yang mendukung ketersediaannya Internet tersebut. Dalam pembahasan kali ini,
saya akan menjelaskan mengenai dampak penggunaan internet bagi masyarakat
modern yang sudah sangat membutuhkan adanya new media dalam menjalankan segala
aktivitasnya. Bagi masyarakat modern
seperti sekarang ini khususnya, dampak pengguaan internet dibagi menjadi dua
perspektif, yaitu perspektif optimis dan perspektif Pesimis. Perspektif
Optimis adalah suatu perspektif yang dimana penggunaan Internet berpengaruh
baik bagi masyarakat modern ini. sedangkan Perspektif Pesimis adalah suatu
perspektif yang dimana penggunaan internet berpengaruh kurang menguntungkan
bagi masyarakat.
Disini
saya akan membahas mengenai internet yang membawa suatu dampak yang cukup
membingungkan menurut saya. Menurut Stoll (1995) Perspektif ini menyatakan
bahwa teknologi CMC atau Computer Mediated Communication bertentangan dengan
hakikat kehidupan manusia, dan terlalu terbatas teknologi untuk hubungan yang
bermakna untuk membentuk. Dengan demikian, dunia maya tidak bisa menjadi sumber
persahabatan bermakna (Beniger, 1988). Komunikasi melalui komputer dapat
mendorong 'eksperimen' (seperti berbohong kepada orang lain yang tidak bisa
langsung tahu apa sebenarnya) tentang identitas seseorang dan kualitas
seseorang tersebut. Karena kita tidak bisa mengetahui siapa dan latar belakang
apa yang dimiliki orang tersebut sebenarnya. Kebanyakan seseorang dalam
menggunakan internet, lebih tepatnya menggunakan media sosial pada umumnya
lebih sering berekspresi mengungkapkan segala sesuatunya daripada memanfaatkan
informasi yang dicari. Terkadang seseorang mencari informasi hanya sekedar
tugas dan keperluan kelompok kelas yang diberikan oleh guru maupun pengajar di
suatu lembaga pendidikan.
menurut
Schroeder dan Ledger (1998). Kebebasan
seseorang berekspresi di Internet adalah predator lain dan keji, terutama
ketika pengguna adalah anak-anak. Maksud dari teori ini adalah anak anak
sekarang menjadi sasaran utama pengguna new media satu ini, banyak anak anak
sekarang yang menggunakan media elektonik sebagai pegangan utama keseharian
dalam kehidupan mereka. Karena penggunaan new media bagi anak memiliki dampak
yang beragam, ada dampak positif ada juga negatif, sama seperti perspektif
optimis dan pesimis. Dampak dari new media bagi anak ini cukup beragam apabila
menjadi tak terkendali. Seperti yang sering diketahui, anak anak sangat tidak
bisa lepas dari yang namanya “Games” atau permainan. Permainan pada perangkat
media komunikasi mereka sebenarnya bisa berdampak baik dan bermanfaat bagi kecerdasan
otak anak, namun apabila sering dilakukan maka akan berdampak kecanduan, dari
kecanduan inilah yang berbahaya bagi anak. Berbahaya dikarenakan anak menjadi
malas dan tidak mau belajar. Jadi sebagai orang tua harus dapat mengontrol dan
mengawasi anak dalam menggunakan new media satu ini. dan juga membawa ke hal
yang berbau pornografi. Internet telah memberikan fitur yang mudah dalam
mengakses situs porno di Internet, tanpa pengawasan orang dewasa, anak anak
mampu membuka situs Pornografi dengan mudahnya. Kembali lagi ke awal
pembahasan Schroeder dan Ledger,
tergantung orang dewasa yang memberikan kemudahan bagi anak anak.
Namun
bagi orang dewasa pun demikian tidak terkecuali anak anak yang tadi sudah
dibahas, orang dewasa cenderung lebih menitikberatkan pada media sosial yang
berlebihan. Menurut Techinasia.com,22 januari 2015. indonesia adalah 10 besar
negara pengguna atau user terbanyak pada Facebook
phone. Facebook adalah media sosial pertama yang cukup menggemparkan dan
eksis pada zamannya, pada terbentuknya hingga sekarang masih banyak digunakan
oleh orang orang Indonesia. Perusahaan
riset pasar eMarketer menampilkan sebuah laporan mengenai pengguna user
facebook di seluruh Dunia. eMarketer juga memprediksi pengguna Facebook di
Indonesia pada tahun 2018 akan mencapai 96,2 juta jiwa, apabila setengah
penduduk Indonesia memakai Internet. Bisa dibayangkan betapa banyaknya para
user facebook di Indonesia pada zaman sekarang ini, media sosial digunakan
sebagai suatu “ajang pamer” menurut pendapat saya, mengapa ajang pamer. Sudah
cukup banyak sekali para user facebook menggunakan media sosial ini untuk
mengekspresikan kesenangan dan kekesalan mereka. Dan terkadang pengguna
facebook itu sendiri tidak mengetahui kekesalan mereka dibeberkan di media sosial
membuat orang lain menajdi lebih mudah untuk membaca dan membeberkannya, bila
perlu dapat dilihat orang banyak apabila merugikan orang banyak dan beberapa
pihak pihak tertentu. Berikut adalah contoh nyata yang sudah terjadi baru baru
ini.
Seperti diberitakan Merdeka.com, Nando adalah
seorang pemuda asal Lombok, NTB, yang indekos di Denpasar, Bali. Dia menulis
kata-kata yang menghujat perayaan Nyepi dan orang-orang Hindu Bali, pada pukul
23.59 Wita, Sabtu (21/3). Adapun isi tulisan pada statusnya yaitu ‘bener2
fuck nyepi sialan se goblok ne, q jadi gak bisa nonton ARSENAL maen,, q
sumpahin acara gila nyepi semoga tahun depan pasa ogoh2 terbakar semua yang
merayakan,, fuckkkk you hindu’. Dari akun FB-nya, terlihat dia
merupakan seorang fans fanatik dari Arsenal, klub Liga Premier Inggris. Setelah
mendapat tanggapan dan hujatan sejumlah rekan-rekannya baik orang Bali maupun
non Bali, Nando langsung menghapus akun hujatan yang dibuatnya. Itu dilakukan
setelah dirinya menjawab dengan kata ‘Asyek bentar lagi Q jadi artis’.Hujatan
pedas salah satunya dari Sumerta dengan mengkritik komentar, ‘jangan dikasik
hidup hewan ginian bro', yang disusul Budiawan yang berisi kata ‘ini dia
(diposting foto nando) bro jangan ngina agama lain, kita sebagai umat hindu jangan
terpancing’. Hal inilah yang menyebabkan kemarahan pihak pihak tertentu dan
membuat emosi. Yang sebelumnya, ada hujatan untuk orang Jogja oleh seorang
mahasiswi UGM ber inisial Florence yang harus berurusan dengan seluruh warga
asli Jogjakarta yang kesal terhadapnya. Kemudian terulang lagi oleh seorang
mahasiswa asal NTB Lombok ini yang sedang kuliah di Bali.
Kita
akan melanjutkan kepembahasan yang menitik beratkan pada “form of expression” dari adanya new media pada isu isu di
Internet, dari perspektif Optimis. kita akan menjabarkann bahwa suatu
pengekspresian seseorang dapat memberikan dampak positif yang membangun dan
mengajak orang lain untuk bersama bersama melawan kasus penipuan di dunia maya
dan iming iming yang merugikan kepentingan banyak. Seperti yang kita ketahui,
banyak sekali modus kejahatan yang terjadi di Dunia ini yang mengatasnamakan
suatu perusahaan besar bahkan orang terkenal untuk membuat orang lain percaya.
Dengan adanya orang yang merasa dirugikan,
melaporkan dan mencurhatkannya lewat media sosial akan berdampak baik,
orang banyak akan mengetahui hal tersebut, kemudian orang akan menjauhi pihak
yang dirugikan tersebut. Contoh nyata seperti kasus kasus penipuan yang terjadi
di Internet dan lain sebagainya.
Daftar
Pustaka.
http://www.merdeka.com/peristiwa/kesal-tak-bisa-nonton-arsenal-nando-hujat-perayaan-nyepi-di-fb.html
Lievrouw, Leah A. &
Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New Media : Social Shaping and Social
Consquences of ITC. Sage Publication Ltd : London.






0 komentar:
Posting Komentar